Sabtu, 27 Agustus 2011

Semoga Kita Merayakan Idul Fitri Bersama-sama


Allah SWT berfirman, "Dan berpegang teguhlah kamu kepada tali Allah seraya bersama-sama dan janganlah kamu berpecah-belah." (QS. Ali Imran: 103). Pada ayat lain Allah SWT berfirman, "Dan janganlah kamu menyerupai orang yang berpecah-belah dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka." (QS. Ali Imran: 105). Dua ayat ini adalah sebagian dari ayat-ayat Al-Qur'an yang memerintahkan umat Islam untuk bersatu dan melarang mereka berpecah-belah. Namun sayang, ayat-ayat tentang persatuan ini seakan-akan tidak menyentuh hati sebagian tokoh umat Islam Indonesia setelah mereka ditarbiyah oleh Allah dengan puasa Ramadlan yang tujuannya antara lain untuk menumbuhkan sikap kebersamaan dan kesatuan di antara umat Islam. Hal ini tampak masih sulitnya sebagian tokoh umat Islam Indonesia untuk bersatu dalam melaksanakan Idul Fitri sebagai puncak tarbiyah Ramadlan tersebut yang mengakibatkan kebingungan umat Islam yang masih awam tentang kapan mereka harus merayakan Idul Fitri.

Perbedaan penentuan Idul Fitri sebenarnya bukan  pada masalah metode ru'yat dan hisab karena tuntunannya sudah jelas dan pasti. Masalahnya adalah pada hati dan komitmen kita untuk bersatu. Maukah kita menundukkan hati untuk diatur oleh Allah (QS. Al Hadid: 16) atau kita hanya bangga dengan pendapat kita sendiri yang akan mengakibatkan kahancuran. (HR. At-Tabrani,dhaif) 

Di zaman Rasulullah SAW dan Khulafa'ur-Rasyidin al-Mahdiyyin RA tidak pernah terjadi perbedaan Idul Fitri apa lagi Idul Adha. Kalau toh  pernah terjadi perbedaan antara Abdullah bin Abbas RA dan Muawiyah RA dalam melaksanakan Idul Fitri adalah karena perbedaan ijtihad. Marilah hal itu kita anggap sebagai sejarah masa lalu yang tidak harus kita tiru dan kita lestarikan. Karena yang harus kita tiru adalah Rasulullah SAW dan Khulafa'ur-Rasyidin al-Mahdiyyin RA sepanjang sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. 

Oleh karena itu, agar Idul Fitri dilaksanakan bersama-sama, yang kita lakukan adalah kembali kepada tuntunan Allah dan Rasul-Nya serta mengikuti sunnah Khulafa'ur-Rasyidin al-Mahdiyyin RA dengan menerapkan ru'yat global. Penerapan ru'yat global bukanlah paham kelompok tertentu (Republika, 25 Ramadlan 1432 H) tetapi menjadi kewajiban seluruh umat Islam mengingat umat Islam adalah umat yang satu (QS. Al Mukminun: 52). Alangkah indahnya apabila umat yang satu ini dalam bertindak, terutama dalam hal-hal yang prinsip seperti merayakan Idul Fitri, mereka selalu mengedepankan kebersamaan. Karena pada hakikatnya mereka adalah satu saudara bahkan bagaikan saudara kandung, sebagaimana firman Allah: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat." (QS. Al Hujarat: 10). Wallahu A'lam Bishshawab.
                                                                                                                                                                                                                       
Cileungsi, 25 Agustus 2011

Yakhsyallah Mansur
Jama'ah Muslimin (Hizbullah)
                                                                                                Cileungsi - Bogor

0 Komentar:

Posting Komentar

Mohon tanggapan, kritik. saran dan masukan....
Jazakakumullah Khair..

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes