Tampilkan postingan dengan label Al-Qur'an dan Hadist. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Qur'an dan Hadist. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Januari 2013

Peran Wanita Palestina Dalam Perjuangan Melawan Zionis Israel

Oleh : Ust. Ali Farkhan Tsani

Perjuangan rakyat dan bangsa Palestina menghadapi penjajahan Israel tidak hanya milik kaum laki-laki. Akan tetapi, kaum wanitanya pun tidak kalah ketinggalan.
Kaum wanita Palestina yang terdiri dari kaum ibu, termasuk nenek-nenek, para isteri, saudara-saudara wanita, hingga anak-anak wanita mereka memiliki peran penting dan luar biasa dalam semua tahapan perjuangan melawan kezaliman Zionis Israel di negeri para nabi Palestina.
Kaum wanita Palestina menempuh cara jihad yang mengagumkan, antara lain sebagai berikut:
Pertama, mengobarkan semangat jihad di lingkungannya.
Sejak Inggris menduduki tanah Palestina tahun 1917, wanita Palestina berusaha mengobarkan semangat jihad kepada suami mereka, anak-anak mereka, saudara-saudara dan orang tua mereka, untuk pergi berjihad mengusir penjajah Zionis Israel dari negeri penuh berkah Palestina.
Wanita muslimat Palestina tentu menyadari bahwa jumlah laki-laki yang akan berjihad sangat sedikit dengan perlengkapan perang yang juga kurang memadai sama sekali. Tetapi kaum muslimat Palestina menyadari bahwa semua itu bisa diatasi dengan adanya bara api semangat jihad karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Apalagi tanah yang mereka adalah tanah yang dahulu didiami oleh para nabi dan rasul mulia utusan Allah, tempat berdirinya Masjid Al-Aqsha kiblat pertama umat Islam, dan tanah wakaf umat Islam semenjak Khalifah Umar bin Khattab menetapkannya sebagai tanah wakaf kaum muslimin, sampai kapanpun.
Mereka bersemboyankan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى الْقِتَالِ إِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ عِشْرُونَ صَابِرُونَ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِئَةٌ يَغْلِبُوا أَلْفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَ

Artinya : “Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mu'min itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti”. (QS Al-Anfal / 8 : 65).

Kedua, menunjukkan ketegaran luar biasa dalam menghadapi berbagai tindak kekerasan penjajah yang menangkapi suami, saudara-saudara laki-laki, dan anak-anak laki-laki mereka, menangkapi mereka, hingga mengeksekusi mati mereka.

Sebagai contoh, ketika tiga mujahid Palestina dieksekusi, yaitu : Fuad Hijazi dari Safad, Atha Al-Zier, dan Muhammad Jumjum dari Hebron, pada hari Selasa tanggal 17 Mei 1930. Pada saat itu tidak ada satu kaum muslimat Palestina pun yang tidak turun ke jalan, menyampaikan belasungkawa terhadap keluarga syahid, sekaligus ucapan selamat atas diraihnya predikat syahid bagi suami-suami mereka yang telah mempersembahkan darahnya demi perjuangan.

Ketiga, menyumbangkan perhiasan mereka untuk pembelian senjata para mujahid dalam mengusir penjajah. Para mujahid di Palestina, membiayai perjuangan mereka dari kantong-kantong pribadi mereka sendiri. Tak terkecuali adalah harta perhiasan paling berharga yang dimiliki isteri-isteri mereka sendiri, dengan ikhlas.

Contoh yang paling menonjol antara lain, ketika Syeikh Izzuddin Al-Qassam melancarkan revolusi jihad melawan pendudukan Inggris. Beliau berpesan kepada isteri dan anak-anaknya bahwa dirinya akan bersiap menjemput syahid di jalan Allah, seraya berharap agar keluarganya tidakl shock bila mendengar dirinya telah gugur di medan jihad. Dengan serta merta, isterinya menyerahkan semua perhiasan yang dimilikinya, yang dahulu diterima dari suaminya itu, untuk membeli perbekalan perjuangan sang suami bersama para pengikutnya.

Demikian pula yang dilakukan oleh isteri dari salah satu anak buah Syeikh, yaitu isteri Etea Ahmed Al-Misri yang menitipkan perhiasan berupa gelang emas senilai sekitar 80 pounds untuk bekal jihad membela agama Allah.

Keempat, terlibat dalam aksi sosial di lingkungan masyarakat di berbagai daerah konflik untuk kepentingan masyarakat.

Kelima, bagi kaum muslimat intelektualnya ikut melibatkan diri dalam kancah politik pemerintah, memberikan sumbangan pemikirannya untuk kemaslahatan pembangunan.

Keenam, ini yang paling menonjol hampir di seluruh daerah sampai ke pelosok-pelosok desa, yakni mendidik anak-anak mereka untuk cinta jihad dan menjadikan syahid di jalan Allah sebagai cita-cita tertinggi dan termulia mereka. Sebab menurut kaum muslimat Palestina, ibu-ibu di sana, hidup tanpa jihad dan syahid, tidak ada artinya sama sekali di sisi Allah.

Tokoh paling berpengaruh dalam pendidikan jihad anak-anak Palestina adalah Ummu Nadhal Farhat yang dijuluki sebagai “Khansa Palestina Pertama”.
Jihad yang paling mengagumkan kaum mualimat Palestina adalah keterlibatan mereka secara langsung ke medan jihad dengan diri-diri mereka sendiri.
Mereka terlibat langsung dalam aksi-aksi jihad melawan penjajah. Hal ini diwujudkan secara nyata dalam berbagai tindakan, meliputi :
  1. Menghimpun dana dari kantong-kantong masyarakat untuk menguatkan jihad di jalan Allah.
  2. Memberikan perlengkapan akomodasi yang diperlukan oleh para mujahid.
  3. Mengobati luka mereka seusai terjadi pertempuran. Hal ini dipelopori oleh isteri pahlawan terkemuka Abdul Qadir Al-Husayni.
  4. Mengantar makanan dan minuman kepada para mujahid langsung ke medan pertempuran, meski bahaya jelas-jelas mengancam jiwa mereka. 
  5. Memberikan perlindungan kepada para mujahid. Seperti dipelopori oleh Ummu Nadhal Farhat terhadap pahlawan Emad Aql. Ummu menyembunyikan sang pejuang yang oleh Zionis Israel disebut sebagai “orang yang memiliki tujuh nyawa”, sebab beberapa kali dicoba dibunuh tetapi selalu lolos atau hidup. Emad lah sang komandan tempur yang memiliki kata-kata semboyan terkenal di seantero Palestina, “Sesungguhnya membunuh agresor Zionis Israel di medan tempur adalah ibadah yang saya lakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah”. Akhinrya, Emad memang syahid di jalan Allah, ketika di persembunyiannya, ia bertempur melawan tidak kurang dari 200 tentara Zionis Israel yang mengepungnya. Ia pun syahid menemui rabbnya pada tanggal 24 November 1992. 
  6. Mengantar surat-surat penting antar mujahidin dari satu titik tempat ke titik tempat lainnya, secara rahasia namun penuh bahaya. Seperti dipelopori isteri Syeikh Ahmad Yasin. Ia harus mengirim surat-surat penting dari suaminya dari balik jeruji besi penjara Zionis Israel untuk para pejuang di lapangan. Begitu pula sebaliknya, ia mengantar surat-surat dari para mujahid di daerah-daerah perjuangan. 
  7. Mengantarkan para mujahid dengan mobil-mobil mereka ke tempat-tempat perjuangan melawan Zionis Israel. 
  8. Melakukan aksi-aksi demo di jalan-jalan menentang penjajahan Zionis Israel. Ini dipelopori oleh Shama’ Jumah Shiyam, isteri Syeikh Muhammd Shiyam, yang kala itu (tahun 1980-an) menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Gaza dan sebagai Imam dan Khatib Masjid Al-Aqsha. Shama’ Jumah mengkoordinasi kaum muslimat Palestina untuk turun ke jalan, membuat pagar betis, menghalangi tentara-tentara Zionis Israel yang waktu itu hendak masuk ke kawasan Masjid di Gaza. Sementara kaum mujahid pejuang-pejuang Palestina berada di dalam masjid. Hingga akhirnya Zionis Israel menemui tangan kosong, pulang dalam keadaan hampa tidak menemui sasaran.
  9.  Menyerukan semangat berperang setiap saat, tidak gentar menghadapi keganasan Zionis Israel. Sebagai contoh, suatu ketika komandan beserta satu regu pasukan tentara Zionis Israel merangsek ke sebuiah kamp pengungsian Palestina, untuk menangkap pemilik kamp yang merupakan mujahid Al-Aqsha yang dicari-cari. Namun mereka tidak menemukannya. Maka komandan Zionis Israel itu menangkap tiga anak terbesarnya dari enam anak mereka sebagain sandera tahanan. Kedua mata sang ibu pun tampak berkaca-kaca melihat ketiga anaknya digelandang keluar kamp. Si Komandan mengira, inilah titik kelemahan sang ibu. Hingga ia pun berkata keras, “Jika kamu tidak menunjukkan tempat suamimu, besok saya akan datang lagi dan akan menangkapi sisa anakmu itu!”.
Di sinilah suara sang ibu terdengar lantang walaupun parau teriring isak tangis, “Saya punya enam anak seperti yang kamu lihat…! Saya sudah bernazar atas nama Allah, lima darai anak-anakku untuk gugur sebagai syuhada di jalan Allah. Dan yang keenam pun akan menggantikan mereka dengan izin Allah…!”. Sang komandan dan tentara-tentaranya pun tampak bingung, gentam dan tidak bisa mengatatakan apa-apa lagi.

Ini yang paling disorot publik internasional, yakni melakukan operasi “bom syahid” ke medan pertempuran. Hal ini misalnya dilakukan oleh sekelompok kaum muslimat yang menyiapkan dirinya syahid di daerah Khan Yunis, Palestina. Sebenarnya aksi ini bukan hanya mengentarkan penjajah Zionis Israel. Tetapi juga mencengangkan dunia, termasuk dunia Arab dan Islam. Sebab aksi seperti ini tidak biasa mereka lakukan, di mana seorang muslimat mengikatkan pinggangnya yang indah dan ramping dengan sabuk rompi bom yang diisi bubuk mesiu. Kemudian menyelinap ke sekerumunan tentara Zionis Israel, lalu meledakkan dirinya. Setelah itu tubuhnya terpotong-potong terpencar ke mana-mana, sementara pada saat yang sama beberapa bahkan puluhan tentara Zionis Israel pun meregang nyawa, tewas seketika dan beberapa lainnya luka-luka.
Para Khansa Palestina, merujuk kepada nama sahabat muslimat jaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang pemberani di medan pertempuran, menulis dalam agenda perjuangan muslimat Palestina. “Bungkamlah seluruh pernyataan, berhentilah seluruh pena untuk mencatat, stoplah menyerukan yel-yel kering. Sebab aksi bom syahid muslimat Palestina di medan tempur telah meringkas semua kata-kata dan pernyataan itu hanya dalam beberapa detik. Mereka telah membuang semua kehinaan. Mereka telah mengembalikan keberanian dan kepahlawanan bangsa Arab yang sudah lama terbuang dan lenyap. Mereka mengembalikan itu semua di tengah keputusasaan, di tengah-tengah perasaan kalah dan hina dan bungkamnya bangsa Arab yang memalukan!!!”.


Beberapa pejuang muslimat Palestina
Beberapa pejuang muslimat Palestina yang melakukan aksi bom syahid itu antara lain :

Wafa Ali Idris (26 tahun) : Dialah pejuang Palestina yang melakukan serangan di jlur Yafa, jantung kota Al-Quds Barat. Dia menjadi syahidah pada hari Ahad tanggal 27 Januari 2002. Dialah muslimat pertama pelaku aksi syahid melawan Zionis Israel. DR. Syeikh Shiyam, Imam Besar dan Khatib Masjid Al-Aqsha serta Rektor Universitas Islam Gaza, pada waktu itu menulis syair, “Semoga Allah mengekalkan seorang muslimat sepertimu. Wahai muslimat pertama pelaku aksi syahid dalam operasi AL-Quds yang mencengangkan seluruh thaghut. Keturunan Yahudi Zionis pun ketakutan dari aksi muslimat Palestina itu. Berbahagialah bagi mereka yang mengikuti Wafa dan memberikan prestasinya. Ia akan menjadi lentera yang menerangi kami di pojok-pojok gelap”.

Noura Jamal Shalhob (15 tahun) : Ia adalah bunga kaum muslimat pelaku serangan bom syahid dalam usia sekolah. Ia melakukan serangan ke arah pasukan Zionis Israel di Perlintasan Militer At-Thaibah Palestina yang memisahkan antara wilayah-wilayah yang dijajah tahun 1967 dan wilayah-wilayah jajahan tahun 1948. Di sanalah Noura menyerang tentara Zionis Israel dengan teriakan “Allahu Akbar!!!”. Salah satu tentara Zionis Israel tewas seketika, satunya lagi mati suri. Seorang sniper Zionis Israel berhasil menembaknya dengan peluru mematikan. Noura gugur sebagai syuhada pada hari Senin pagi tanggal 25 Februari 2002.

Darren Mohammed Abu Eisha (22 tahun) : Ia mahasiswi yang masih kuliah di tahun keempat di Universitas An-Najah di Nablus Palestina. Ia berasal dari desa Beit Wazn, Nablus Tengah. Ia adalah salah satu aktivis muslimat di kampusnya. Ia datang ke pimpinan militer Harakah Al-Muqawwamah Al-Islamiyah (Hamas), meminta dirinya bergabung dengan sayap militernya. Karena permintaannya tidak dipenuhi, ia menuju ke Batalion Al-Aqsha. Dari sinilah ia melakukan aksi syahid di salah satu Perlintasan Militer Zionis Israel di Tepi Barat Palestina pada malam Rabu tanggal 27 Februari 2002.

Ayat Mohamed Akhras (16 tahun) : Ia masih tergolong muda, berasal dari kamp pengungsian Dhehishah Betlehem. Ia masih pelajar di salah satu sekolah menengah atas di Betlehem. Ia adalah muslimat pahlawan operasi serangan syahid di kota Yerussalem pada suatu sore hari Jumat tanggal 29 Maret 2002.

Muha Abdel Hadi (17 tahun) : Ia juga masih sangat muda, berasal dari kamp pengungsian Jenin. Penyebabnya karena sebelumnya Zionis Israel menyerang rumah keluarganya untuk menangkap salah satu saudaranya. Ia bergegas menyiapkan bahan peledak di dalam tubuhnya. Lalu sang gadis meledakkan dirinya di kerumunan tentara Zionis Israel. Sebagian di antara mereka tewas, sebagian lainnya luka-luka, dan tentu saja Muha gugur sebagai syahid pada pagi itu Sabtu tanggal 6 April 2002.

Andaleeb Khalil Taqatqah (20 tahun) : Ia berasal dari desa Fajjar Betlehem. Ia menemui syahid di daerah Mahane Yehuda pada hari Jumat tanggal 12 April 2002.
Hibbah Azim Daraghmeh (19 tahun) : Ia berasal dari desa Tubas dekat kota Jenin. Ia berasal dari Batalion Al-Aqsha, pelaku aksi syahid di daerah Hama’kem pada siang hari Senin tanggal 19 Mei 2003.

Hanadi Taisir Jaradat (29 tahun) : Ia seorang wanita pengacara dari Jenin, berasal dari Batalion Al-Aqsha. Melakukan aksi syahid di gerbang masuk sebelah kota Haifa pada sore hari Sabtu tanggal 4 Oktober 2003.

Reem Saleh Rayashi (22 tahun) : Ibu dua anak, Dhuha (2,5 tahun) dan Mohammad (3 bulan) berasal dari kampung Zeitoun, Gaza City. Ia dari Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas. Ia adalah pahlawan aksi serangan di Perlintasan Erez pada Rabu pagi tanggal 4 Januari 2004.
Sana Qadeih : Ia berasal dari desa Abasan sebelah timur kota Khan Yunis dari Brigade Al-Qassam. Saat iti tentara Zionis Israel mengepung rumahnya pada hari Ahad pagi tanggal 21 Maret 2004 untuk menangkap suaminya, salah satu komandan Brigade Al-Qassam. Sang isteri dengan tegar dan berani menghadapi serangan Zionis Isarel. Ia melakukan aksi syahid dengan bom yang sudah disiapkan pada tubuhnya. ia pun gugur bersama suaminya.

Zainab Isa Abu Salem (18 tahun) : Ia berasal dari kamp pengungsian Askar Baru sebelah timur kota Nablus. Ia termasuk dari Brigade Al-Aqsha, pahlawan revolusi serangan Perancis Hill di Yerusalem, yang merupakan pangkalan bus tentara Israel. Operasi syahid dilakukan pada hari Rabu sore tanggal 22 September 2004.

Mervat Mas’oud (19 tahun) : Ia berasal dari kamp perkemahan Jabaliya, utara Jalur Gaza. Ia melakukan aksi syahid di tengah-tengah patroli tentara Zionis Israel pada hari Senin sore tanggal 6 November 2006.

Fatimah Al-Najjar (68 tahun) : Ia adalah seorang nenek para pejuang aksi syahid di bumi Palestina. Ia adalah ibu dari 2 anak perempuan, 7 anak laki-laki, dan nenek dari 44 cucu. Sang nenek gugur sebagai syuhada pada malam Kamis tanggal 22 November 2006. Ia memiliki kesempatan itu ketika sekelompok tentara Zionis Israel menduduki rumah anggota Dewan Legislatif dari Hamas, Jamila El-Shanti di desa Beit Hanoun. Maka Fatimah segera mengenakan rompi bom, lalu merangsek ke tangah-tengah tentara Zionis Israel yang menguasai rumah itu. Setelah mengucapkan dua kalimah syahadat, nenek itu menjadi syahidah bersama dengan meledaknya bom.


Demikianlah beberapa contoh keberanian kaum muslimat pejuang-pejuang Palestina di dalam membela diri mengusir sang penjajah Al-Aqsha, Zionis Israel. Tentu saja masih banyak lagi muslimat-muslimat lainnya yang tidak kalah beraninya di dalam membela agama Allah di bumi Palestina, negeri para nabi dan rasul utusan Allah.
 

Sabtu, 24 Maret 2012

Era Berakhirnya Pengobatan Modern



Tadi malam saya dikirimi teman dari Malaysia sebuah artikel dari harian The Star terbitan kemarin (19/03/12) dengan judul “An End To Modern Medicine?”. Tidak main-main berita ini karena memuat peringatan serius dari Head of WHO pekan sebelumnya tentang pertumbuhan yang sangat pesat bakteri-bakteri yang antibiotic resistance . Obat-obat modern menjadi tidak lagi berguna melawan bakteri-bakteri yang semakin tahan terhadap segala jenis antibiotic ini.

Apa yang terjadi setelah bakteri-bakteri menjadi antibiotic resistance? menurut berita tersebut penyakit-penyakit yang selama ini dianggap sepele seperti radang tenggorokan, luka ringan karena terjatuh dan sejenisnya sudah cukup untuk membawa kematian pada penderitanya – karena tidak ada lagi penyembuh yang bisa menyembuhkannya sehingga penyakit sepele tersebut mudah sekali tumbuh menjadi ancaman serius.
Judul berita dan kesimpulan yang sangat serius tersebut diatas sebenarnya diambilkan dari statement peserta yang berkumpul di Copenhagen dalam forum infectious disease experts pekan sebelumnya , pernyataan aslinya adalah sbb :

“A post-antibiotic era means, in effect, an end to modern medicine as we know it. Things as common as strep throat or a child’s scratched knee could once again kill. For patients infected with some drug resistant pathogens, mortality has increased by around 50%”."
Pertanyaannya adalah bagaimana kita – baik individu, masyarakat ataupun pemerintah – menyikapi ancaman serius tersebut?. Diamkah kita sambil menunggu apa yang terjadi, Que Sera Sera – whatever will be will be? atau kita berbuat sesuatu untuk diri kita, keluarga kita dan umat ini secara keseluruhan?.
Saya cenderung untuk mengambil langkah yang terakhir tersebut. Selagi kita ada waktu, kita persiapkan secara maksimal pengetahuan , jaringan dan supply obat-obat yang akan mampu menggantikan antibiotic-antibiotic buatan pabrik yang akan segera tidak berguna tersebut.
Apakah obat-obat yang akan mengalahkan antibiotic modern tersebut ada ?. Oh jelas ada dan akan tetap berlaku sampai akhir jaman karena namanya disebut di Al-Qur’an (madu misalnya) dan Al Hadits (Habbatus Saudaa, Nigella sativa L – misalnya). Kaidahnya adalah karena Al-Qur’an dan Al-Hadits merupakan dua pegangan umat akhir jaman, dijanjikan siapa yang berpegang pada keduanya tidak akan tersesat selamanya – maka hal inipun berlaku untuk pengobatan, untuk ekonomi, politik dan apapun yang terkait dengan aktivitas atau kebutuhan umat akhir jaman.
Keimanan kita atas dua sumber tersebut dari waktu ke waktu-pun terbukti secara Ilmiah. Madu terbukti mampu mengobati penyakit yang antibiotic buatan pabrik gagal menyembuhkannya. Ini dibuktikan antara lain oleh Peter Nolan seorang ahli riset biokimia dari the University of Waikota – New Zealand.
Habbatus Saudaa – pun demikian, beberapa tahun lalu team peneliti di Department of Pharmacology and Microbiology Jawaharlal Nehru Medical College – India; membuktikan bahwa Habbatus Saudaa mampu bereaksi terhadap bakteri-bakteri yang tidak lagi mempan terhadap berbagai antibiotic modern.
Bahkan bukan hanya madu dan Habbatus Sauda, Allah sebenarnya juga menaburkan perbagai jenis obat yang ada di sekitar kita – yang sangat bisa jadi kita belum menyadarinya. Ibnu Qayyim Al Jaujiyah dalam Ath-Thibbun Nabawi antar lain mengutip hadits : “Perumpamaan seorang Mukmin yang membaca Al-Qur’an seperti Atrujjah, rasanya enak dan baunya-pun harum”.
Hadits tersebut mengandung dua pengobatan sekaligus yaitu pengobatan ilahiah, pengobatan langit – dengan Al-Qur’an, dan pengubatan bumi dengan Atrujjah. Apakah Atrujjah ini? Dari cross reference yang kami lakukan pada kitab Ath-Thibbun Nabawi yang sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, kita peroleh detil bahwa Atrujjah ini adalah Citrun atau Lemon atau nama internasionalnya adalah Citrus medica L.
Perhatikan namanya yang menggunakan kata “medica” , karena memang selama ribuan tahun juga sudah dikenal sebagai salah satu bahan obat. Atrujjah atau lemon ini ternyata seluruh bagiannya bermanfaat, mulai dari kulit luar yang kuning/hijau (flavedo) , kulit dalam yang tebal dan putih (albedo), daging buahnya dan bahkan sampai bijinya-pun bermanfaat sebagi obat.
Pertanyaan berikutnya adalah, lantas bagaimana atau di mana kita bisa peroleh berbagai jenis produk tanaman yang berkasiat sebagai obat tersebut ?. kalau kita butuh obat modern kan tinggal pergi ke toko obat , atau apotik yang bertebaran di dekat kita. Kalau kita butuh obat-obat herbal kan belum mudah untuk saat ini ?.
Disinilah tantangannya, kita memang harus bisa menjadikan pengobatan yang bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadits ini mudah meluas di masyarakat. Mudah untuk memperolehnya dan mudah pula untuk memilihnya yang tepat – apa sakitnya dan apa obatnya.
InsyaAllah kami sedang meng-initiasi ke arah sana dengan project SHIPHA yang kini mulai menampung minat dari berbagai kalangan untuk menjadi mitra, vendor, agent dlsb – agar secara bersama-sama kita nantinya bisa menyebar luaskan solusi pengobatan yang Islami bersumber pada Al-Qur’an dan Al-Hadits yang telah dijanjikan ke kita bahwa dengan keduanya kita tidak akan pernah tersesat selamanya. Amin.
Di copas dari : Era Muslim.com

Selasa, 28 Februari 2012

Wanita Tua dan Sapi Tuanya



Kisah nyata ini terjadi di salah sebuah daerah di Yaman.
Kisah penderitaan dan kepahitan yang dilalui oleh penduduk Gaza tersebar ke seantero dunia.
Semua orang marah, benci, dendam dan sedih.
Dimana korban kebanyakan adalah anak-anak kecil tak berdosa yang menjadi korban muntahan peluru sehingga darah membasah bumi tanpa henti.

Tragedi dahsyat ini juga sampai juga ke telinga seorang perempuan tua yang hidup miskin di salah sebuah kampung di Yaman.
Ilustrasi

Sama seperti orang lain, dia juga turut sedih dan pilu sehingga berurai air mata. Lantas suatu hari, dia berusaha sekuat upaya untuk mencoba membantu sekadar semampunya.

Kebetulan , ‘harta’ yang dia punya adalah seekor sapi tua, terlalu uzur, kurus dan sudah tidak bermaya.

Dengan semangat tinggi dan perasaan simpati amat sangat, dia berniat menyedekahkan Sapinya itu kepada penduduk Gaza lalu berjalan kaki dari rumah pergi ke salah sebuah masjid di Yaman sambil memegang sapi tunggal kesayangannya itu.

Kebetulan hari itu Jumaat dan para jemaah sudah mengerumuni pekarangan masjid untuk melaksanakan ibadat tersebut.

Ketika itu, betapa ramai yang melihat dan memperhatikan perempuan tua nan miskin dengan sapinya yang berada di sisi luar masjid.
Ada yang mengangguk, ada yang menggeleng kepala.
Tak terkecuali ada juga yang tersenyum sinis, tertawa, mengejek melihat perempuan miskin yang setia berdiri di sisi sapinya.

Masa berlalu, jemaah masjid walaupun khusyuk mendengar khutbah imam namun sesekali memperhatikan dua mahkhluk tuhan itu.
Perempuan dan sapi itu masih di situ yang tanpa rasa malu atau segan diraut wajahnya.

Setelah imam turun dari mimbar, solat Jumaat kemudian dilakukan, biar dibakar terik mentari dan peluh menitis dan memercik di muka, perempuan dan sapi tua itu masih saja di situ.

Segera setelah jemaah selesai solat dan berdoa, tiba-tiba perempuan itu dengan tergesa-gesa menarik sapi itu membawanya ke depan pintu masjid sambil menanti dengan penuh sabar tanpa mempedulikan jemaah yang keluar.

Ramai juga orang yang tidak beranjak dan perasaan ingin tahu, apa yang bakal dilakukan oleh perempuan tua itu.

Tatkala imam masjid keluar, perempuan tua itu bingkas berkata:
”Wahai imam, aku telah mendengar kisah sedih penduduk di Gaza.
Aku seorang yang miskin tetapi aku bersimpati dan ingin membantu.
Sudilah kau terima satu-satunya sapi yang ku punyai untuk dibawa ke Gaza, untuk di berikan kepada penduduk di sana.”


Gaduh seketika orang yang berada di masjid itu.
Imam kaget dengan permintaan perempuan itu namun keberatan untuk menerima.
Ya, bagaimana membawa sapi tua itu ke Gaza..??
Kemudian para jemaah mulai bercakap-cakap.
Ada yang mengatakan tindakan itu tidak munasabah apalagi sapi itu sudah tua dan tiada harga.

Tolonglah..bawalah sapi ini ke Gaza.
Inilah saja yang aku punya.
Aku ingin benar membantu mereka,”

ulang perempuan yang tidak dikenali itu.

Imam tadi masih keberatan.

Masing-masing jemaah berkata-kata dan berbisik antara satu sama lain.
Semua pandangan tertumpu kepada perempuan dan sapi tuanya itu.

Mata perempuan tua yang miskin itu sudah mulai berkaca dan berair namun tetap tidak beranjak dan terus merenung ke arah imam tersebut.

Sunyi seketika suasana.

Tiba-tiba muncul seorang jemaah lalu bersuara mencetuskan idea:
”Tak mengapalah, biar aku beli sapi perempuan ini dengan harga 10,000 riyal dan bawa uang itu kemudian sedekahkanlah kepada penduduk di Gaza.
Imam kemudian nampak setuju.

Perempuan miskin tua itu kemudian menyeka air matanya yang sudah tumpah.

Dia membisu namun sepertinya setuju dengan pendapat jemaah itu.

Tiba-tiba bangkit pula seorang anak muda, memberi pandangan yang jauh lebih hebat lagi:
Bagaimana kalau kita rama-ramai membuat tawaran tertinggi sambil bersedekah untuk membeli sapi ini dan uangnya nanti diserahkan ke Gaza..??”

Perempuan itu terkejut, termasuk imam itu juga.
Rupa-rupanya cetusan anak muda ini diterima semua orang.
Kemudian dalam beberapa menit para jemaah berebut-rebut menyedekahkan uang mereka untuk dikumpulkan dengan cara lelang tertinggi.

Ada yang mulai menawar dari 10,000 ke 30,000 riyal dan berlanjutan untuk seketika.

Suasana pekarangan masjid di Yaman itu menjadi riuh selama proses lelang sapi tersebut.

Akhirnya sapi tua, kurus dan tidak bermaya milik perempuan tua miskin itu dibeli dengan harga 500,000 riyal, setelah itu uang diserahkan kepada imam masjid, semua sepakat membuat keputusan itu, kemudian salah seorang jemaah berbicara kepada perempuan tua itu.

Kami telah melelang sapi kamu dan telah mengumpulkan uang sejumlah 500,000 riyal untuk membeli sapi itu.

“Akan tetapi kami telah sepakat, uang yang terkumpul tadi diserahkan kepada imam untuk disampaikan kepada penduduk Gaza dan sapi itu kami hadiahkan kembali kepada kamu,”
katanya sambil memperhatikan perempuan tua nan miskin itu yang kembali meneteskan air mata…gembira.

Tanpa diduga, Allah mentakdirkan segalanya, niat perempuan miskin itu untuk membantu meringankan beban penderitaan penduduk Palestina akhirnya tercapai dan dipermudahkan sehingga terkumpul uang yang banyak tanpa kehilangan “harta” satu-satunya yang ada .

Subhanallah..!!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ وَ إِنَّمَا يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ نِيَّاتِكُمْ

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan amal-amal kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan niat kalian.”
(shahih Muslim dan lainnya)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Barangsiapa yg bersedekah (walau) sebesar kurma dari usaha yg baik, dan Allah tidak menerima kecuali yg baik, dan Sungguh Allah swt menerimanya dg sambutan hangat, lalu melipat gandakannya untuk orang itu seperti kalian mengasuh bayi yg disusuinya, hingga sebesar gunung”
(Shahih Bukhari)

Hikmah dari kisah ini adalah segala niat murni yang baik senantiasa mendapat perhitungan dan ganjaran Allah apalagi jika datang dari hati kecil seorang yang miskin yang mau membantu umat islam yang menderita akibat dizalimi rejim zionis israel, biarpun diri serba payah dan serba kekurangan.

sesuai dengan Firman Allah Ta’ala,

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.
Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.”

(QS. An Nisa’ [4] :114)

Semoga bermanfaat..!!

sumber: di copy paste dari sebuah kiriman di Group Facebook Jama'ah Muslimin (Hizbullah) / (جماعة المسلمين (حزب ال

Rabu, 30 November 2011

PALESTINA DALAM SEJARAH: Palestina Sebelum Penaklukan Islam (Bagian 2)

PALESTINA  ADALAH NEGERI PARA NABI

Hijrahnya Nabi Ibrahim dan Luth 'Alaihis Salam ke Palestina tahun 1900 SM5
Nabi Ibrahim dan Nabi Luth 'Alaihis Salam berimigrasi dari Irak ke Palestina. Sejah dan kitab suci mencatat, bahwa Nabi Ibrahim diberi rizqi oleh berupa anak, Ismael dan Ishaq, keduanya dilahirkan di Palestina. Demikian juga dengan Nabi Ya’kub 'Alaihis Salam dan anak-anaknya (1750 SM), semuanya tinggal di Sair Kholil (Hebron). Kemudian mereka pindah ke Mesir, setelah Nabi Yusuf menjabat sebagai bendahara negara. Sebenarnya mereka juga imigran yang datang ke Palestina, sebelumnya mereka tinggal dan menetap di Mesir. Kemudian Nabi Ya’qub pulang ke Palestina dan meninggal di sana. Ia dimakamkan dekat bapaknya, Nabi Ishaq. Sementara itu, anak-anaknya tinggal dan menetap di Mesir, dibawah intimidasi Firaun, hingga Allah mengutusn Nabi Musa 'Alaihis Salam. Dengan demikian yahudi tidak punya hak tinggal di Palestina, dengan alasan nabi Ya’kub tinggal beberapa saat di Palestina.

Hijrahnya Musa 'Alaihis Salam dan Bangsa Yahudi ke Palestina6
Nabi Musa 'Alaihis Salam berhijrah dari Mesir dan membangun kerajaan yahudi, mereka melarikan diri dari kejaran Fr’aun. Kemudian Allah membinasakan bangsa Yahudi yang menyembah anak sapi, karena telah menyalahi perintah dari langit di Bukit Sinai (QS. Al-Baqoroh ayat 93) Musa kemudian meninggal lalu Nabi Harun memimpin mereka tinggal di gerbang Palestina pada pertengahan abad 13 SM. Saat itu, kaum Nabi Musa menolak masuk Palestina. Setelah musuh bangsa yahudi binasa, bangsa Yahudi dipimpin Yusa bin Nun alaihi salam berangkat ke Yordania.

Hijrahnya Yusha bin Nun 'Alaihis Salam dan bangsa Yahudi ke Palestina7
Tahun 1156 SM, orang-orang beriman diantara bangsa Yahudi berperang dengan kaum yang kejam. Mereka menang dan dapat masuk ke Jericho lalu ke Al-Quds. Setelah Yusha bin Nun meninggal bangsa Yahudi jadi tetpecah-pecah. Ketika diutus kepada mereka sejumlah Nabi, mereka membunuhnya, sebagaimana disebutkan al-Qur’an dalam surat Al-Nisa 155 dan Al-Baqoroh 61. Kemudian bangsa Kan’an menguasai mereka dan menyiksanya. Lalu mereka minta kepada nabi mereka Samuel 'Alaihis Salam agar Allah mengutus pada mereka seorang Malaikat. Kemudian Allah mengutus Nabi Thalut pada tahun 1525 SM. Allah mengambalikan kejayaan mereka dan dukunganya. Tahlut memimpin bangsa Yahudi yang beriman untuk berperang melawan Jalut, rajanya bangsa Kan’an, sebagaimana disebutkan surat Al-Baqoroh ayat 247-250. Akhirnya nabi Dawud dapat mengalahkan Jalut, kemudian Thalut membangun negara untuk bangsa Yahudi, berdasarkan kenabian Allah di sebagian wilayah Palestina.

Kerajaan Nabi Dawud dan Sulaiman 'Alaihis Salam
Setelah meninggalnya Thalut tahun 1004 SM, Yahudi terpecah. Sebagian mereka mengikuti Nabi Dawud, mendirikan negara dengan ibukota Kholil (Hebron). Kemudian tahun 1000 SM, Nabi Dawud menyerang anak Thalut dan dapat menguasai Al-Quds serta sebgian wilayah Palestina. Lalu mereka membangun kerajaan islam pertama bagi bangsa Yahudi tahun 995 SM8. Tahun 963 SM, Nabi Dawud 'Alaihis Salam meninggal dan digantikan oleh anaknya Sulaiman 'Alaihis Salam. Ia memerintah bangsa Yahudi antara masa 963 hingga 923 SM. Nabi Sulaiman kemudian memperbaharui bangunan Masjid Al-Aqsa, dan belum membangun Haikal, sebagaimana disebutkan Taurat. Tidak ada kejelasan, tahun berapa Nabi Sulaiman membangun Haikalnya di Al-Quds. Sejumlah ahli sejarah mendustakan klaim Yahudi tentang bangunan Haikal9. Setelah wafatnya Nabi Sulaiman, bangsa Yahudi terpecah-pecah menjadi perebutan anak-anak Sulaiman Alaihis Salam, tahun 923 SM10. Ada yang membangun kerajaan Israel tahun 923 – 721 SM, Kerajaan Yahudi tahun 923 – 586 SM11. Namun sebelumnya sudah berdiri kerajaan bangsa Arab 1600 tahun yang lalu, sebagaimana disebutkan sebelumnya. Dengan demikian bangsa Yahudi tidak punya hak atas Palestina, karena banga Arablah (Kan’an) yang pertama mendiami Palestina dan membangun kerajaanya di sana. Bangsa Arablah pewarits tanah Palestina dan yang menerima da’wah agama Islam. Nanti akan dijelaskan bagaimana bangsa Yahudi tunduk kepada kaum penjajah umat-umat sebelumnya.


6Tarikh Palestina hal 25-26, Thariq ila baitil Maqdis hal 30, Tasrikh Mushowwar hal 29,  Al-Thariqu ilal Quds hal 22, Arubatu Filistine fi Tarikh hal 64.
7 Thariq ila baitil Maqdis hal 33, tarikh Filistine hal 27-30, Tarikh Mushowwar hal 34-37, Mausuah Filistine juz 4 hal 390-391.
8Tarikh Filistin hal 23, La Thariq Gairq Jihad hal 70, Tarikh Mushowwar hal 29, Thariq ila Baitil Maqdis hal 37, 38,  Filsitin Tarikh Mushowwar hal 37 – 40, Mausuah filistin juz 3 hal 184-185, Tarikh Filistin Qodim ha; 43 – 45.
9Tarikh Filistine hal 33 – 34, Tariq ila Baitil Maqdis hal 50, Filistine Tarikh Mushowwar hal 43 - 44.
10Tarikh Filsitin hal 36 Filistine tarikh Mushowwar hal 42.
11Tarikh Filistine hal 37, 41, Tahriq Ila Al-quds hal 22, Arubatu Filistine fi Tarikh hal 73 – 74, Al-Dibag/Biladuna Filistina juz 9 hal 41 – 50. Mausuah Filistine juz 3 hal 185 – 186, Tarikh Filistine Qadim hal 55.

PALESTINA DALAM SEJARAH: Palestina Dalam Naungan Islam (Bagian 1)

NABI MUHAMMAD MENGAWALI PEMBEBASAN PALESTINA16
Isra dan Sejumlah Peperangan Permulaan
•    Tahun 10 dari kenabian/620 M. Terjadi peristiwa Isra dan Mi’raj Rasulallah Shalallahu 'Alaihi Wasalam yang menunjukkan kesucian Al-quds dan keagungan Baitul Maqdis bagi kaum Muslimin. Masjid  Al-Aqsha hingga saat ini menjadi kiblat pertama ummat Islam       (QS. Al-Isra ayat 1).
•    Tahun 622M/1 H. Terjadilah peristiwa hijrahnya Rasulallah ke Madinah Munawarah untuk memulai fase baru bagi peradaban manusia termasuk di dalamnya Palestina. Saat itu, Masjid Al-Aqsa masih menjadi kiblat pertama bagi ummat Islam hingga tahun ke 2 Hijrah.
•    Tahun ke 5H/627M.  Farsi dan Yahudi mengadakan perjanjian. Kemudian bangsa Romawi mengambilnya dari Farsi. Yahudi kemudian bergabung dengan Nashrani untuk melawan Farsi. Akan tetapi nashrani menipu Hercules dan memisahkan diri dari Yahudi, hingga terjadilah pembantaian besar-besaran terhadap bangsa Yahudi.
•    Tanggal 15 Syawal tahun 2 H. Terjadi perang Bani Qainuqo (antara Yahudi dan kaum muslimin). Pada bulan Rabiul Awalnya tahun 4 H. terjadi juga perang Bani Nadhir dan pada 23 Dzulqo’dah tahun 5 H terjadi perang Bani Quraizah, karena mereka menghianati perjanjian dan berakhirlah eksistensi Yahudi di Madinah Munawarah.
•    1 Muharram tahun 7 H/628. Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasalam mengirim surat kepada Hercules untuk menawarkan Islam. Namun kaum Qisis (para pendeta) menolak Islam. Maka Hercules tetap pada agamanya.
•    Akhir bulan Muharram tahun ke 7 Hijriyah. Terjadi perang Bani Khaibar, Fadak, Wadi Qura serta perang Taima. Dan pada zaman Umar Ibnu Khottob semua bangsa Yahudi diusir dari Khaibar, karena mereka menyalahi perjanjian dari perang Fadak, Wadil Qura, habisnya keberadaaan yahudi di Jazirah Arab.
•    Jumadil Awwal tahun 8 H/629 M. Terjadi perang Mu’tah di sebelah selatan Yordania. Sementara Romawi tetap bercokol di Syam dan Palestina.
•   Bulan Rajab tahun 9 H/629M. Terjadi perang Tabuk dan Nabi mengadakan rekonsiliasi dengan penduduk Ailah (Aqobah), sebelah selatan Palestina. Ikut dalam perjanjian ini adalah suku Taima, jarba, Muqna, Daumah dan Jandal.
•   30 Shafar tahun 11 hijriyah/bulan kelima tahun 632 M. Rasulallah menyiapkan pasukan yang akan dipimpin Usamah bin zaid untuk memerangi bangsa Romawi. Namun keberangkatan pasukan ini diundurkan, karena Rasulallah Shalallahu 'Alaihi Wasalam sakit. Sebelumnya Nabi telah mempersiapkan pembebasan Masjid al-Aqsha dan Al-Quds, sekitar 23 tahun yang lalu. Hal ini memberikan pelajaran bagi kita tentang tahapan dan fase, mengingat kelemahan kaum Muslimin, dan perlunya mereka akan tarbiyah serta pelatihan disamping persiapan untuk menghadapi musuh, dalam rangka menempuh jalan kemerdekaan.


16Bidayah wa Niahayah juz 3 hal 108-118, juz 4 hal 99-102, 262-273, juz 5 hal 2-18, juz 6 hal 304-305, tahzib Sirah Ibnu Hisyam hal 89, 238, 135-242, Thariq ila Baitil Maqdis hal 59,61,63, Tarikh Filistin 70,72,82 La Thariqo Gairo Jihad hal 74-75, 86-87 Thariq ila Al-Quds hal 52-53 Filistine Tarikh Mushowwar 71-76.

Minggu, 03 Juli 2011

Kedudukan Masjid Al-Aqsa Menurut Al-Qur'an dan Al-Hadist

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman di dalam Surat Al-Isra ayat pertama yang berbunyi:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya : "Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada waktu malam dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha yang diberkahi sekelilingnya untuk Kami perlihatkan tanda-tanda kekuasaan Kami, bahwasanya Dia itu Maha Mendengar dan Maha Melihat“. (Q.S. Al-Isra / 17 : 1).
Berdasarkan ayat tersebut, Allah menempatkan Kedudukan Masjid Al-Aqsha sebagai :

1. Masjid Al-Aqsha nama yang diberikan langsung oleh Allah.
2. Masjid Al-Aqsha merupakan tempat singgah Isra Mi’raj Rasulullah.
3. Masjid Al-Aqsha merupakan tempat yang diberkahi Allah.

Selain ketiga kedudukan tersebut, Masjid Al-Aqsha juga menjadi bagian dari agama Islam, sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Senin, 27 Juni 2011

Mengapa Masjid Al-Aqsa Harus Dibebaskan?

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya : "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (Q.S. Al-Isra / 17 : 1).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

لاَ تُشَدُّ الرِّحَالَ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدِ، اَلْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِيْ هَذَا وَالْمَسْجِدِ الْأَقْصَى

Artinya : "Tidak dikerahkan melakukan suatu perjalanan kecuali menuju tiga Masjid, yaitu Masjid Al-Haram (di Mekkah), dan Masjidku (Masjid An-Nabawi di Madinah), dan Masjid Al-Aqsha (di Palestina)". (H.R. Bukhari, Muslim, Ibnu Majah dan Abu Daud dari Abu Hurairah).

Landasan aqidah ayat dan hadits di atas menunjukan keutamaan dan kemuliaan Masjid Al-Aqsha di dalam agama Islam. Hal tersebut menekankan pentingnya umat Islam memperhatikan, membela dan menjaga Masjid Al-Aqsha, kiblat pertama umat Islam. Umat Islam tidak boleh membiarkan apalagi melalaikannya dikuasai oleh mereka yang bukan haknya, seperti saat ini Al-Aqsha dijajah Zionis Israel.

Zionis Israel dengan sekutu-sekutunya tidak henti-hentinya menodai citra mulia Masjid Al-Aqsha dan menjadikannya sebagai kancah pemerkosaan Hak Asasi Manusia (HAM) yang terburuk sepanjang sejarah peradaban manusia. Seperti menguasai, melakukan pembakaran, pelarangan untuk shalat, pembunuhan warga sipil, bahkan rencana merobohkan Al-Aqsha lewat jalur terowongan. Zionis Yahudi telah ratusan kali melakukan insiden berdarah, melecehkan bahkan merusak masjid kiblat pertama umat Islam tersebut.

Dalam cacatan sejarah, penduduk Palestina memberikan mandat kepada Pemimpin Islam Khalifah Umar bin Khattab bahwa diri mereka, harta mereka, dan semua kepercayaan di sana, untuk dijaga dan dipelihara oleh Islam. Khalifah Umar bin Khattab mewaqafkannya untuk umat Islam, agar jangan sampai jatuh ke tangan di luar Islam. Demikian pula Pemimpin Islam Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi membebaskan Masjid Al-Aqsha serta kawasan Palestina dan sekitarnya. Di tangan pemimpin Islam, kawasan Al-Aqsha dan sekitarnya serta dunia pada umumnya menjadi aman dan tenteram.

Menjadi kewajiban umat Islam di manapun berada untuk melakukan solidaritas pembelaan atas Masjid Al-Aqsha. Solidaritas tersebut sudah dan terus dilakukan berbagai komponen umat Islam di seluruh dunia sampai Masjid Al-Aqsha Kembali ke pangkuan muslimin.

a. TINJAUAN DALIL TENTANG MASJID AL-AQSHA

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya : “Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. Q.S. AL ISRAA : 1

Allah memuji dan mengagungkan diri-Nya atas kemampuan yang tidak dimiliki selain-Nya, yang tidak ada Tuhan yang yang berhak disembah selain Dia. Dialah Dzat yang telah memperjalankan hamba-Nya Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pada waktu malam dengan ruh dan jasadnya, dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha yang Allah berkahi sekelilingnya dengan tanam-tanaman, buah-buahan dan lainnya. Serta menjadikanya sebagai tempat para nabi untuk menyaksikan berbagai keajaiban akan kemampuan Allah dan bukti-bukti keesaan-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar perkataan hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat perbuatannya hamba-hamba-Nya.

Namun kini Masjid Al-Aqsha sebagai kiblat pertama umat Islam dalam pejajahan Zionisme Yahudi Israel. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kaum muslimin sampai kaum muslimin mengikuti kemauan mereka.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengingatkan di dalam frman-Nya :

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Artinya : “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (Q.S. Al-Baqarah : 120).

Oleh karena itu, pembelaan kaum muslimin terhadap Masjid Al-Aqsha adalah semata-mata karena memenuhi kewajiban dan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

2. TINJAUAN HISTORIS TENTANG MASJID AL-AQSHA PALESTINA

§ Palestina adalah negeri para Nabi : para nabi kebanyakan berdakwah di sekitar Al-Aqsha Palestina, mulai dari Nabi Syu’aib, Nabi Musa, Nabi Dawud, Nabi Yunus, Nabi Sulaiman, dan nabi Isa.

§ Palestina adalah tempat Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad Saw. (Q.S. Al-Isra: 1).

§ Palestina adalah tanah waqaf milik kaun muslimin : Khalifah Umar bin Khattab membebaskan Masjid Al-Aqsha dan kawasan Palestina sekitarnya tahun 638 M. Khalifah Umar mewaqafkannya untuk kaum muslimin.

3. TINJAUAN FAKTA PENJAJAHAN MASJID AL-AQSHA PALESTINA

a. Penjajahan Masjid Al-Aqsha oleh Zionis

§ Sejak Perang Arab-Israel tahun 1967, Yerussalem termasuk kompleks Masjid Al-Aqsha jatuh dalam penjajahan Zionis Israel.

§ Resolusi No. 726 PBB tertanggal 6 Januari 1992 menyatakan, DK PBB mengecam keras Israel melanggar Konvensi Genewa IV dan tanah-tanah Palestina yang diduduki Israel sebagai wilayah Palestina termasuk Jerusalem.

b. Pelanggaran HAM

· Amnesti Internasional menilai Amerika Serikat dan Inggris sebagai pelaku pelanggaran HAM terburuk sejak negara adidaya itu mengeluarkan kebijakan perang terhadap terorisme dan invasinya ke Irak.

· Dokumen PBB No. 1944 tertanggal 21 Januari 1988 menyebutkan Israel melanggar secara luas HAM yg dijamin Konvensi Genewa IV yang berkaitan dengan perlindungan penduduk sipil pada masa perang.

· Laporan European Community tertanggal 8 Februari 1988 menyebutkan Israel melanggar hukum-hukum Internasional dan HAM.

· Laporan Amnesti Internasional Report tertanggal 17 Juni 1988 menyebutkan, Otoritas tingkat tinggi Zionis Israel telah secara aktif membiarkan atau malah mendorong digunakannya amunisi dan kekerasan yg tidak masuk akal yg mengakibatkan terbunuhnya wanita, anak-anak, dan orang tua.

c. Penggalian Al Aqsha

· Sejak tahun 1967 kaum Zionis Yahudi bertekad akan membangun kembali Temple of Solomon, apa pun dampaknya terhadap bangunan Masjid Al-Aqsha, bahkan kalau perlu masjid itu akan dirubuhkan sama sekali. Sementara ini kaum Yahudi telah membangun Tembok Ratapan (Wailing Wall), persis di dinding barat Masjid Al-Aqsha.

· Senin, 12 Pebruari 2007 Menteri Luar Negeri Indonesia Nur Hasan Wirayuda mengatakan, Indonesia telah menyerukan agar Zionis Israel menghentikan kegiatan itu. Indonesia juga menyampaikan kepada negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI). Menlu menyampaikan hal itu di depan forum sidang Dewan Keamanan maupun majelis umum Perserikatan Bangsa Bangsa.

· Situs Al-Aqsa Online menyebutkan, longsoran di halaman Masjid Al-Aqsha menimbulkan lubang sedalam dua meter dengan diameter 1, 5 meter. Jumat (15/2 '2008)

4. TINJAUAN LEGALITAS HUKUM

a. Pembukaan UUD 1945 alinea 1 menyatakan Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.

b. Universal Declaration of Human Rights (Deklarasi universal hak-hak asasi manusia) Majelis Umum PBB tertanggal 10 Desember 1948 melalui resolusi 217 A (III) antara lain menyatakan Pasal 1 - Semua orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka d9ikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam persaudaraan.
Tautan
c. Pasal 4 menyebutkan : Tidak seorang pun boleh diperbudak atau diperhambakan; perhambaan dan perdagangan budak dalam bentuk apa pun mesti dilarang.


Disadur dari : AWG

Dalil-dalil Cinta Al-Aqsa


Mari Cintai Masjid Al-Aqsho

Mengapa Masjid Al-Aqsa perlu untuk kita cintai?

Apa kedudukan Masjid Al-Aqsa dalam Islam serta sejarahnya?

Mengapa kita perlu untuk membebaskan Masjid Al-Aqsa dari cengkraman musuh-musuh Islam?

Banyak dalil-dalil nash Qur'an & Hadist yang berkenaan dengan Masjid Al-Aqsa dan kedudukannya dalam Islam, diantaranya:

1. Al-Aqsho Qiblat Pertama Ummat Islam

  • · QS.Al-Baqoroh 2/142 tentang Adanya perpindahan qiblat, dari qiblat awal yaitu Baytul Maqdis ke qiblat kedua yaitu Baytul Harom.

سَيَقُولُ ٱلسُّفَهَآءُ مِنَ ٱلنَّاسِ مَا وَلَّىٰهُمْ عَن قِبْلَتِهِمُ ٱلَّتِى كَانُوا۟ عَلَيْهَا ۚ قُل لِّلَّهِ ٱلْمَشْرِقُ وَٱلْمَغْرِبُ ۚ يَهْدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ ﴿١٤٢﴾

Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus".

  • · Hadits Ahmad No.2836 tentang Perpindahan qiblat dari Baitul Maqdis ke Ka'bah.

كَانَ رَسُولُ اللّهِ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ يُصَلّي وَهُوَ بِمَكّةَ نَحْوَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ وَالْكَعْبَةُ بَيْنَ يَدَيْهِ وَبَعْدَ مَا

هَاجَرَ اإِلَى الْمَدِينَةِ سِتّةَ عَشَرَ شَهْرًا ثُمّ صُرِفَ اإِلَى الْكَعْبَةِ

Adalah RosululLoh ShollalLohu 'alayhi wa sallam sholat di Makkah dengan menghadap ke Baitul Maqdis sedangkan Ka'bah diantaranya (antara Baitul Maqdis dan RosululLoh). Dan juga setelah hijroh ke Madinah selama 16 bulan. Kemudian beliau diperintahkan untuk memalingkan wajahnya ke Ka'bah.

[Ahmad dlm Sunan-nya no.2836, Bukhory & Muslim dlm Lu'lu' no.302-304]

2. Al-Aqsho Masjid Kedua Di Atas Bumi Ini

  • · HR.Bukhori, Muslim dalam Al-Lu'lu' no.298 tentang Masjid awal yang diletakkan di Bumi.

"Aku (Abu Dzar) berkata, "Wahai Rasulullah, masjid apakah yang pertama kali diletakkan di bumi?" Beliau bersabda, "Masjidil Haram". Dia (Abu Dzar) berkata, "Aku katakan, "Lalu setelah itu?" Beliau bersabda, "Masjidil Aqsho". Aku katakan, "Berapa jarak waktu antara (pembangunan) keduanya". Beliau besabda, "Jarak antara keduanya adalah 40 tahun. Kemudian dimana-pun kau dapati waktu sholat setelah itu, maka sholatlah (disitu), karena keutamaan ada padanya (yakni, sholat di awal waktu)". [HR. Al-Bukhoriy (3155 & 3425), Muslim (520) An-Nasa’iy (690), dan Ibnu Majah (753)]1


3. Al-Aqsho Masjid Ketiga Yang Disunnahkan Ziyarah Padanya

  • · HR.Bukhori, Muslim dalam Al-Lu'lu no.882 tentang Perjalanan ziyaroh ke tiga masjid mulia.

“Tidak boleh berkeinginan yang sangat untuk mengadakan perjalanan (atau mengerahkan kendaraan)

kecuali menuju tiga masjid, yakni Masjidil Harom (Makkah), Masjid ini -Nabawy- (Madinah) dan

Masjidil Aqsho (Baitul Maqdis).”


Itulah beberapa dalil dari Qur'an maupun Hadist yang menunjukan betapa pentingnya kedudukan Masjid Al-Aqsa dalam slam.

Mari satukan tekad, rapatkan barisan, untuk bersama-sama membebaskan Masjid Al-Aqsa dari cengkraman musuh-musuh Islam. Allahuakbar!

semoga bermanfaat....


sumber: AWG Pekalongan http://ibadalloh.homelinux.org/

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes