Minggu, 09 Oktober 2011

PENDIDIKAN DI AL QUDS


Apabila pendidikan begitu penting, maka alangkah pantasnya kalau perhatian terbesar diarahkan untuk membangun peradaban kota Al quds yang memiliki kedudukan khusus di mata bangsa-bangsa dunia sebab dia merupakan tempat turunnya tiga risalah samawi dan juga merupakan tempat bertemunya ambisi perang sepanjang sejarah.
Nampak nyata bagi kita apa yang dilakukan oleh penjajah zionis yang tercermin dalam rencana-rencana yang cermat untuk menghapus identitas arab bagi kota Al quds terutama di bidang pendididkan, dengan cara mengajarkan bahasa ibrani dan melarang pengajaran pendidikan kewarganegaraan palestina serta memperburuk kenyataan sejarah dan geografi kota Al quds dan penjajahan secara ekonomi yang dirasakan penduduk Al quds dan menganggap mereka sebagai pendatang bukan bangsa di negerinya sendiri.
  1. Jumlah penduduk arab di kota Al quds pada akhir tahun 2006 mencapai 252.400 orang atau mendekati 34% dari jumlah total penduduk Al quds timur dan barat.
  2. Adapun yahudi jumlahnya mencapai 481.000 orang atau 66% dari seluruh penduduk kota Al quds bagian timur dan barat. Al quds dihuni sekitar 15.000 orang kristiani.
  3. Ketika penjajah berusah menambah jumlah yahudi dengan berbagai cara yaitu dengan perluasan batas-batas al quds untuk menambah jumlah penduduk yang memiliki kepadatan dan mempersempit penduduk arab untuk bertambah banyak dan melarang pembangunan tempat tinggal serta mewajibkan pajak dan mengintimidasi penduduk agar meninggalkan kota al quds ke kota yang berada di tepi barat atau ke luar negeri.
  4. Jumlah penduduk arab di Al quds bertambah sedikit dari seperempat juta orang, rata-rata bertambah 4,1% tiap tahun, sedangkan pertambahan yahudi rata-rata hanya 1,2%
  5. Bertambahnya penduduk Al quds secara cepat kembali kepada keadaan mereka sebagai masyarakat baru. Bertambahnya penduduk secara cepat walaupun terjadi penyusutan identitas penduduk Al quds yang kebanyakan mereka tinggal di luar selama 7 tahun berdasarkan UU Pusat Kehidupan pada tahun 1950 dan tahun-tahun selanjutnya.
  6. Adapun jumlah siswa pada penduduk Al quds mencapai 35% dari total penduduk arab. Jumlah ini mewakili jumlah orang-orang yang berumur antara 5-18 tahun atau umur awal tingkat TK sampai SMU.
  7. banyaknya pihak yang menangani masalah pendidikan di Al quds. 

Kolom berikut ini menjelaskan distribusi sekolah dan jumlah siswa :
Persentase siswa
cabang
Jumlah siswa
Jumlah sekolah
Jenis sekolah
53%
1119
37.934
48
Sekolah negeri israel
17%
472
12.243
38
Sekolah wakaf islami
5%
105
3.535
8
Sekolah wikalah
25%
685
17.973
47
Sekolah swasta
100%
2381
71.685
141
total

Nota kesepakatan perundingan di bawah pengawasan PBB untuk pendidikan untuk mengembangkan pendidikan di al quds, sejumlah cendekiawan dan praktisi pendidikan dari dalam dan luar al quds kami hidangkan pada anda sekalian poin-poin penting sebagai hasil dari perundingan :
  • Pihak-pihak yang memiliki hubungan dengan pendidikan di Al quds mereka ialah :
  1. Siswa
  2. Guru
  3. Lembaga pendidikan
  4. Penjajah israel
  5. Otoritas palestina
  6. Lembaga-lembaga non profit
  7. Orang kaya
  8. Tokoh masyarakat dan para pemikir
  9. Media masa
  10. Masyarakat Al quds
  • Masalah-masalah penting yang wajib di perhatikan di bidang pendidikan ialah :
  • Berkembangnya sekolah-sekolah pemerintah Israel.
  • Penduduk Al quds dianggap sebagai orang pendatang
  • Proyek zionis guna menghapus identitas bangsa palestina
  • Kebutuhan akan adanya koordinasi antara sumber-sumber pendidikan
  • Menyiapkan murid dalam kelas (ruang kelas yang sempit)
  • Lemahnya infrastruktur (pembangunan laboratorium, fasilitas dan aula)
  • Lemahnya kontribusi pemerintah palestina untuk pendidikan
  • Lemahnya program perekrutan dan penyeleksian guru
  • Rendahnya gaji guru dan hilngangnya motivasi karena berkembangnya sekolah pemerintah dan bertambahnya biaya
  • Adanya ketidakjelasan visi dan lemahnya kemauan yang dimiliki siswa atas siatuasi dan kondisi yang meliputi mereka.
  • Kurikulum yang membutuhkan pengembangan (pengembangan kurikulum)
  • Pemerintah Israel menutup terhadap universitas dengan dalih yang jelek sebagai halangan kemajuan dan perkembangan pendidikan
  • Mendayagunakan wakaf di dalam maupun di luar al quds dan palestina
  • Memperkokoh tali ikatan masyarakat al quds di tengah-tengah tekanan dan penderitaan di bidang pendidkan dan yang lainnya
Inilah 14 poin dari 20 poin yang dihasilkan dari pertemuan yang kami anggap sangat penting.

sumber: arsip AQSA WORKING GROUP

0 Komentar:

Posting Komentar

Mohon tanggapan, kritik. saran dan masukan....
Jazakakumullah Khair..

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes